DMN NEWS — Sleman - Sebanyak 354 calon jemaah haji asal Kabupaten Sleman diberangkatkan menuju embarkasi dari Masjid dr. Wahidin Soedirohoesodo, Kamis (23/4/2026). Pemberangkatan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, bersama unsur Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman.
Keberangkatan ini merupakan bagian dari rangkaian pemberangkatan jemaah haji Sleman tahun 2026 yang jumlah keseluruhannya mencapai 1.516 orang. Para jemaah akan diberangkatkan secara bertahap sesuai dengan kelompok terbang yang telah ditentukan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sleman, Suryana, menjelaskan bahwa total calon jemaah terdiri dari 1.407 orang asal Sleman, 98 jemaah mutasi dari daerah lain, 8 orang dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 5 orang dari luar Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Siti Hediati Bekali Taruna Akmil dan Akpol, Tekankan Ancaman Global dan Kepemimpinan Strategis
Ia memastikan seluruh calon jemaah haji dalam kondisi sehat setelah menjalani rangkaian pemeriksaan medis. Selain itu, para jemaah juga telah mendapatkan vaksinasi wajib sebagai bagian dari persyaratan keberangkatan.
“Seluruh calon jemaah telah melalui pemeriksaan kesehatan dan menerima vaksin meningitis serta influenza,” ujarnya.
Selain kesiapan fisik, para jemaah juga telah mengikuti bimbingan manasik haji secara menyeluruh. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terintegrasi, mulai dari tingkat kabupaten hingga kapanewon.
Baca Juga: Pemerintah Sebut Capaian Tertinggi Sepanjang Sejarah, Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton
Menurut Suryana, manasik haji dilaksanakan satu kali di tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kapanewon. Selain itu, jemaah juga mengikuti manasik mandiri serta pembelajaran secara daring melalui program “Sapa Haji”.
Program ini diharapkan dapat membantu jemaah memahami tata cara ibadah haji secara lebih fleksibel dan menyeluruh.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kelancaran ibadah haji, termasuk dalam hal pelayanan bagi jemaah dengan risiko tinggi.
Baca Juga: Cargloss Group 40 Tahun, Regenerasi Kepemimpinan Perkuat Arah Industri Otomotif Nasional
Ia menjelaskan bahwa perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) agar dapat menjalani perjalanan dengan lebih nyaman.
“Untuk jemaah yang berisiko, terutama lansia, diberikan perlakuan khusus. Misalnya saat menuju bus, mereka didahulukan agar lebih nyaman dan tidak kelelahan,” jelasnya.
Pendampingan tersebut, lanjutnya, akan terus dilakukan selama perjalanan hingga para jemaah berada di Tanah Suci. Meski terdapat jemaah dalam kategori berisiko, Susmiarto berharap seluruh calon jemaah dapat menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah.
Baca Juga: Kasus Transaksi Surat Berharga 1999, PN Jakpus Hukum Hary Tanoe Bayar Rp531 Miliar ke CMNP
Ia juga mengingatkan agar para jemaah memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk beribadah secara khusyuk.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar serta seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.(*)