DMN NEWS - MAGELANG — Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, melakukan kunjungan ke Akademi Militer untuk memberikan pembekalan kepada Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian tingkat III Tahun Pendidikan 2026, Kamis (23/4/2026).
Kehadiran Siti Hediati disambut oleh Gubernur Akmil, Rano Tilaar, bersama jajaran pimpinan. Agenda diawali di Gedung Graha Utama sebelum dilanjutkan dengan sesi pembekalan di Gedung Moch. Lily Rochli yang diikuti taruna dan taruni dari berbagai matra, termasuk Akmil, AAL, AAU, hingga Akpol.
Dalam materi yang disampaikan, Siti Hediati menyoroti perubahan signifikan dalam dinamika global. Ia menilai bahwa bentuk ancaman saat ini tidak lagi didominasi konflik militer terbuka, melainkan berkembang ke arah persaingan senyap yang berkaitan dengan penguasaan sumber daya strategis.
Baca Juga: Pemerintah Sebut Capaian Tertinggi Sepanjang Sejarah, Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton
Ia menyebut perebutan akses terhadap pangan, energi, serta sumber daya alam menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi setiap negara. Dalam konteks tersebut, ketahanan pangan dinilai sebagai salah satu fondasi utama dalam menjaga kedaulatan nasional.
Menurutnya, kekuatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan militernya, tetapi juga oleh ketahanan sektor pangannya. Oleh karena itu, kesiapan seluruh elemen bangsa, termasuk TNI dan Polri, menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas di tengah tekanan global.
Ia juga mengingatkan para taruna bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks dan multidimensi. Dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan emosional yang mumpuni.
Baca Juga: Indonesia Vs Aljazair Malam Ini, Ujian Awal Tim Merah Putih di Piala Thomas 2026
“Calon pemimpin harus memiliki wawasan luas, kemampuan analisis yang tajam, serta kepemimpinan yang kokoh agar mampu menghadapi berbagai tantangan,” tegasnya.
Pembekalan ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi para taruna untuk memahami bahwa peran mereka ke depan tidak hanya terbatas pada fungsi pertahanan dan keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem nasional yang lebih luas.
Sementara itu, Gubernur Akmil Rano Tilaar menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam proses pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda. Ia menyebut pembekalan dari tokoh nasional menjadi sarana penting untuk memperkaya perspektif taruna.
Baca Juga: DXI 2026 Resmi Dibuka AHY, Dorong Wisata Bahari dan Petualangan Indonesia ke Kancah Global
Menurutnya, interaksi lintas sektor seperti ini membuka ruang dialog yang konstruktif serta memperkuat pemahaman terhadap isu-isu strategis nasional.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari upaya membangun sinergi antara lembaga legislatif dengan institusi pendidikan militer dan kepolisian.
Melalui pembekalan ini, diharapkan para taruna mampu mengembangkan pola pikir yang lebih adaptif dan strategis. Mereka tidak hanya dipersiapkan sebagai aparat negara, tetapi juga sebagai calon pemimpin yang mampu membaca perubahan zaman dan mengambil keputusan secara tepat.
Dengan tantangan global yang terus berkembang, pembentukan karakter kepemimpinan yang kuat dan visioner menjadi kunci dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa di masa depan.(*)